Gratis Humor, cerita lucu dan cerita motivasi hidup

19 Desember 2008

ORANG GILA

Ada 26 orang gila, mereka akan di uji kesehatan mentalnya di Amerika? Mereka kemudian diangkut menggunakan pesawat Hercules yang besar! Saat di udara, orang-orang gila itu berisik karena bermain bola di dalam pesawat.
Sang kapten marah dan menyuruh co-pilot untuk menenangkan mereka. ?
Hoi! Berisik banget sih! Jangan maen bola di dalam pesawat dong!!!?, bentak co-pilot pada orang-orang gila tersebut.
Akhirnya situasi menjadi tenang. Tapi lama-lama, si kapten curiga karena situasinya terlalu tenang. Dia menyuruh lagi co-pilotnya untuk mengecek ke belakang. Ketika co-pilot datang, dia kaget setengah hidup! (setengah mati juga sama aja kan). Orang gilanya tinggal 4 orang!!!
Hei, kalian! Kok tinggal ber-4? Yang lain pada kemana??
Abisnya ga boleh maen bola di dalam kapal sih. Mereka jadi main bola di luar!?
Hah?! Terus, kalian kenapa bisa ada di dalem??
Kan kami pemain cadangan??!!?

Nenekku Tinggi Sekali

Suatu ketika,ada tiga orang bocah, nama mereka Adi, Budi, dan Bocel.. Mereka sedang maen di halaman rumah Adi. Karena bosan bermain,,lalu mereka duduk-duduk di bawah pohon dan mengobrol..

Adi : "Heh,,kalian tau gak ??? Kemaren aku barusan ketemu nenekku...Wah tinggi banget..Tingginya setinggi pohon ini mungkin.."(sekitar 3 meter)

Budi : "Huhh,,setahun lalu aku ketemu nenekku,Tau gak, tingginya selangit... Jauh lebih tinggi dari nenek kamu di...hehehe..

"Hahahaha....", mereka bertiga ketawa..."

Lalu si Bocel tidak mau kalah dan berkata....

Bocel : "Wahhhhh, Budi,,kamu tidak tau kan? Kapan itu nenek kamu mengangkat tangannya ke atas...."

Budi : "Loh,,emang kenapa Cel ?"

Bocel : "Lho,nenekmu tidak pernah bilang ?"

Budi : "Enggak, emang kenapa ??"

Bocel : "Nah, waktu nenekmu mengangkat tangannya... Dia pegang sesuatu yang empuk-empuk..."

Budi dan Adi : "Hahhh, apa itu Cel ?"

Bocel : "Nah,,itu pantatnya nenekku....hahahahahaha..."

Menjadi Saksi Dalam Pengadilan

Seorang pria bertubuh kecil yang menjadi saksi suatu kejahatan terlihat ragu-ragu dan gugup pada saat ia dimintai keterangan oleh seorang pengacara.

Dengan suara yang keras pengacara itu bertanya, "Anda sudah pernah menikah?"

"Sudah, Pak." kata saksi tersebut dengan suara yang kecil. "Satu kali."

"Siapa yang Anda nikahi?"

"Seorang perempuan, Pak!"

Pengacara tersebut dengan marah berkata, "Ya tentu saja yang Anda nikahi itu perempuan. Memangnya Anda pernah dengar ada yang menikah dengan laki-laki?"

Tanpa menunjukkan perlawanan saksi tersebut berkata, "Ada Pak, adik perempuanku."

Berapa lama kita dikubur.....???????

Berapa lama Kita dikubur?
 
Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.
 
Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.
 
Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemud ian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad
19-10-1915 : 20- 01-1965 "
 
"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia  mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...
 
"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.
 
"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah...." Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... "
 
Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di
sana .. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"
 
"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya
kan yah?"
 
Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
"Iya ... Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.
 
Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.
 
Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur ....
Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata...
 
Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli
massa  ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?
 
Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya  naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya
 
Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.
 
Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu.. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...


 

__,_._,___