Gratis Humor, cerita lucu dan cerita motivasi hidup

30 Juni 2009

Test Interview Calon Pegawai

Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan di kantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang cocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak.

Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview. Si Manager lalau mengajukan 1 pertanyaan:

Setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat?

Kandidat I menjawab: "PIKIRAN. Dia muncul begitu saja di dalam kepala, tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada. Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu."

"Jawaban yang sangat bagus," sahut si Manager.
"Kalau menurut Anda?", tanyanya ke kandidat II.

"Hm....KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya."

"Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan 'sekejap mata' untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi."

Si manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.

"NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang saya ketahui," jawabnya. "Saya sering menyalakan saklar di dalam rumah dan lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala"

Si manager terkesan dengan jawaban kandidat III.
"Memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya", pujinya.

Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab, "Sudah jelas bahwa yang paling cepat itu adalah DIARE"

"APA???!!!", seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang tak terduga itu.

"Oh saya bisa menjelaskannya," kata si kandidat. "Dua hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke toilet. Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN LAMPU, saya sudah berak di celana"

Tentu saja kandidat terakhir yang diterima....

22 Juni 2009

Manfaat Kerokan - Stop Dreaming Start Action

Dua minggu yang lalu Anto tidak masuk kantor karena masuk angin. Anto penasaran apa sih sebenarnya penyebab dari masuk angin. Setelah kembali masuk kantor, Anto mencari artikel di internet yang berhubungan dengan mengatasi/mengobati masuk angin. Setelah browsing ke beberapa situs, Anto menemukan bahwa istilah “masuk angin” itu tidak dikenal di dunia kedokteran dan sebenarnya masuk angin itu dikarenakan pembuluh darah halus kita menyempit (biasanya karena kedinginan) yang berakibat pada tidak lancarnya aliran darah.

SETELAH membaca di website tersebut, Anto mengambil kesimpulan kalau pada intinya kita tidak harus kerokan/kerikan untuk mengobati/mengatasi masuk angin. Cara lainnya yaitu cukup menghangatkan badan kita. Malam harinya Anto mencoba untuk mempraktekkan apa yang ditulis artikel tadi dengan mengoleskan balsem ke punggung dan dada. Memang, rasanya panas sekali. Dan, tebak apa yang terjadi keesokan harinya? Badan kembali segar seperti semula. Percobaan berhasil.

Tetapi yang sering terdengar di masyarakat, orang masuk angin atau tidak enak badan, kalau belum kerokan rasanya belum plong. Banyak orang yang merasa harus kerokan bila badannya terasa tidak enak, meriang, pegal-pegal, atau mau flu. Kerokan dilakukan dengan menekan dan menggeserkan benda tumpul (biasanya dengan koin) ke permukaan kulit, bisa di punggung, leher belakang, dada atau lengan atas. Kerokan sudah menjadi kebiasaan di masyarakat, bahkan merupakan suatu budaya. Berbagai mitos sering kita dengar mengenai kerokan. Kendati demikian, banyak orang yang tidak mengetahui apa sebenarnya kerokan itu, bagaimana cara kerjanya, apakah kerokan memang bisa mengobati masuk angin, dan sebagainya.



Betulkah kerokan hanya ada di Indonesia? Tidak benar. Kerokan merupakan suatu pengobatan alternatif yang dikenal sejak ratusan tahun lalu di negara-negara Asia. Masyarakat Vietnam menyebut pengobatan ini cao gio, di Kamboja dijuluki goh kyol (rubbing the wind), dan di China dikenal sebagai gua sua (menggunakan batu jade sebagai pengerok).
Tetapi apakah kerokan memang dapat mengeluarkan angin dari dalam tubuh? Istilah masuk angin sebenarnya bisa merupakan gejala awal common cold atau penyakit infeksi lainnya. Orang awam sering beranggapan angin tersebut harus dikeluarkan dari dalam tubuh, antara lain dengan kerokan. Hal ini tidak tepat karena memang bukan angin yang menyebabkan rasa tidak enak badan, demam, pegal-pegal, sakit kepala, atau batuk pilek.

Lalu bagaimana sebenarnya cara kerja kerokan ini? Pada proses kerokan, terjadi suatu reaksi inflamasi atau radang. Akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah dan pengeluaran mediator inflamasi. Aliran darah menjadi lancar jika dikerok atau dipijat sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang tersedia untuk jaringan otot. Zat-zat yang menyebabkan rasa pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan. Selain itu, juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel (lapisan paling dalam pembuluh darah) yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). Zat ini merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah beta endorfin.

Pasca kerokan didapatkan peningkatan IL-1 beta, Clq, dan beta endorfin, sementara kadar C3 dan PGE2 justru turun. Penyebab rasa nyeri adalah PGE2 sehingga jika kadar PGE2 diturunkan maka nyeri akan berkurang. Hasil ini menyebabkan berkurangnya nyeri otot, badan terasa segar dan nyaman. Inflamasi yang ditimbulkan selain meredakan nyeri otot juga akan memicu reaksi kardiovaskuler. Tandanya adalah peningkatan temperatur tubuh secara ringan, antara 0,5-1oC. Makanya setelah dikerok, badan kita terasa lebih hangat.
Namun demikian, kerokan harus dilakukan dengan benar agar tidak menyebabkan rasa sakit. Para ahli akupunktur berpendapat bahwa saat terjadi pemijatan, sebaiknya alat kerok melewati titik akupunktur agar urat saraf motorik terangsang, sehingga pada akhirnya memperlancar sirkulasi darah. Cara kerokan yang dianjurkan adalah tegak lurus sejajar dengan tulang belakang menyamping, lalu sejajar dengan bahu. Alat kerokan biasanya menggunakan uang logam, koin, atau alat bantu khusus kerokan. Alat-alat tersebut wajib tumpul supaya tidak melukai kulit. Lalu dibantu dengan minyak yang fungsinya selain menghangatkan juga untuk melicinkan proses kerokan, sehingga menghindari terjadinya kulit lecet. Cara mengerok juga tidak boleh terlalu keras karena akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan bisa melukai kulit.

Bolehkan setiap orang melakukan kerokan? Ada beberapa kondisi di mana seseorang dianjurkan tidak melakukan kerokan, antara lain orang dengan kondisi kulit tidak sehat (misalnya eksim, kulit terbakar, jerawat, infeksi bakteri atau jamur). Kerokan pada daerah tersebut justru akan memperparah infeksi atau peradangan. Penderita diabetes mellitus juga sebaiknya menghindari kerokan. Alasannya, bila terjadi luka atau lecet, luka tersebut bisa menjadi sulit disembuhkan. Pasien yang mengkonsumsi antikoagulan atau memiliki gangguan pembekuan darah sebaiknya juga tidak melakukan kerokan. Pengerokan yang terlalu dalam dapat mengakibatkan perdarahan di bawah kulit. Kerokan juga sebaiknya tidak dilakukan pada anak kecil karena kulitnya masih tipis dan lunak, dan pembuluh darahnya lebih kecil.
Dan yang perlu diperhatikan, sehabis kerokan sebaiknya tidak mandi karena pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik seka dengan lap basah yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas. Badan akan terasa lebih nyaman jika Anda minum sesuatu yang hangat, makan sup hangat, dan memakai baju hangat/selimut.
Jadi, kerokan boleh-boleh saja dilakukan bila Anda merasa tidak enak badan, namun jangan terlena, jika gejala tak juga mereda sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan peningkatan panas, dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, memang kerokan sering dipahami sebagai cara "mengeluarkan angin". Padahal, angin atau udara tak pernah keluar lewat pori-pori, melainkan hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan.

Walaupun sampai saat ini belum ditemukan efek samping kerokan, tetapi yang jelas, cara ini bisa menimbulkan ketagihan. Kalau jaringan kulit dikerok, akan timbul reaksi jaringan. Bisa reaksi lokal, atau yang bersifat neural (saraf). Reaksi lokal terlihat langsung, misalnya warna merahnya kulit. Kerokan dengan intensitas kuat dan frekuensi rendah mengenai titik-titik saraf yang berhubungan dengan otak sehingga organ ini menyekresikan hormon endomorfin (B-endorfin, dinorfin, dan enkepalin).
B-endorfin menimbulkan rasa nyaman karena ia berfungsi mengendalikan rasa nyeri. Adanya zat-zat itu dalam darah menyebabkan penderita merasa lebih bugar. B-endorfin juga merangsang organ viscera, terutama paru-paru dan jantung, sehingga penderita bisa bernapas lebih lega, serta peredaran darahnya jadi lebih baik.

Kemungkinan, penyebab ketagihan pada kerokan adalah zat morfin (endorfin). Padahal, tujuan tubuh mengeluarkan zat morfin hanya untuk reaksi lokal. Karena kebiasaan, penderita pun jadi ketagihan. Nah, masih ingin bertahan dengan cara tradisional ini?
Kalau begitu, kerok saja! //**

Stop Dreaming Start Action - Silahkan anda kerokan

Jangan lupa http://www.jokosusilo.com


Best Regards,
ole0.bmp
Heribertus Suprihatin

Percayakan semua pada TUHAN - Stop Dreaming Start Action

SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA
Aku meminta pada Tuhan setangkai bunga segar, namun Ia memberi aku kaktus berduri. Aku meminta pada Tuhan binatang mungil nan cantik, namun Ia memberi aku ulat berbulu. Aku sedih dan kecewa, mengapa pemberian Tuhan tidak sesuai dengan permintaanku. Mungkin Tuhan mempunyai umat yang terlalu banyak untuk diurus.
Namun beberapa waktu kemudian kaktus itu berbunga sangat indah dan ulatpun tumbuh dan berubah menjadi sekor kupu-kupu yang sangat cantik.
Tuhan selalu melakukan segala perkara dengan benar. Cara Tuhan adalah cara yang terbaik, walaupun kelihatannya salah. Jika anda meminta sesuatu namun menerima yang lain dari Tuhan, percayalah. Pasti Tuhan memberikan apa yang kita minta pada waktunya. Tuhan tidak selalu memberi apa yang kita minta tapi Ia memberi apa yang kita perlukan. Seperti itulah jalan Tuhan, Ia merajut hal yang terbaik untuk kita, segala sesuatu indah pada waktunya.
Bisa jadi.. Duri hari ini adalah bunga hari esok...
Bisa jadi untuk memulai sesuatu merupakan hal yang sangat sulit tapi percayakan semua pada TUHAN karena semua usaha dan jerih payah yang kita lakukan akan mendapatkan berkah dan jalan dari-NYA.
Yang dapat kita lakukan adalah untuk memulai melakukannya sekarang juga dan menyerahkan sepenuhnya kepada TUHAN karena TUHAN lebih mengetahui yang terbaik bagi kita.
Stop Dreaming Start Action
Joko Susilo - Mempunyai catatan kecil tentang kegagalan - http://www.jokosusilo.com/2009/06/12/7-catatan-kecil-tentang-produk-gagal/

SMS Malam Pertama

Alkisah ada 3 orang saudara, sebut saja mereka Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka pergi berbulan madu bersamaan. Kalau Vira pergi ke Pulau Batam, Voni pergi Ke Kepulauan Seribu dan Veni si bungsu pergi ke Bali .
Namanya orang Tua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua Orang Tua mereka minta dikirim kabar tentang segala yang terjadi selama mereka berbulan madu.

Tapi agar berita yang dikirim singkat dan tidak terlalu Vulgar, mereka menggunakan Kode/Sandi tentang moto-moto Iklan. Supaya praktis dan murah, berita dikirim lewat SMS.

3 hari setelah kepergian anak mereka berbulan madu, diterimalah sebuah SMS... yang rupanya dari VIRA di Pulau Batam. Isi beritanya cukup sederhana, 'STANDARD CHARTERED'. Setelah membaca berita tersebut mereka mencari Iklan Standard Chartered di koran dan terbacalah tulisan besar berbunyi, 'BESAR, KUAT dan BERSAHABAT!' .

Tersenyumlah kedua orang tua mereka membaca berita dari Vira. Hari ke 4 datang SMS kedua, yang rupanya berasal dari Voni di Kepulauan Seribu. Isi beritanya juga cukup singkat yaitu, 'NESCAFE'. Setelah membaca surat tersebut, dengan tergesa-gesa kedua orang tua mereka mencari koran dan membaca Iklan NESCAFE yang berbunyi, 'NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR'.

Maka kedua orang tua mereka pun tersenyum bahagia sambil sedikit haha.. hihi.. Hari ke 5 ditunggu tidak ada berita/SMS yang datang. Hari ke 6 begitu pula tidak ada sebuah SMS pun. Hari ke 7 begitu pula tidak ada kabar dari anak bungsu mereka si Veni yang berbulan Madu...

Memasuki hari ke 8... akhirnya kedua orangtua mereka menerima SMS juga dari Veni yang berbulan madu di Bali dan isi beritanya cukup singkat, ' CATHAY PASIFIC'. Segera kedua orang tua mereka mencari Iklan penerbangan Cathay Pasific yang ada dikoran, dan dijumpailah iklan penerbangan dengan tulisan besar:

'7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP'. =)

 
.

__,_._,___